6.12.11
4.12.11
Wifi mengurangi Kesuburan Pria
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Penelitian terbaru, meskipun dalam skala kecil menunjukkan bahwa penggunaan Wi-Fi dapat merusak sperma dan menurunkan kesuburan pria. Penyebabnya, menurut Reuters Health, disebabkan karena radiasi elektromagnetik yang dihasilkan oleh perangkat komunikasi nirkabel.
Dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Fertility and Sterility, peneliti mengambil sampel semen dari 29 sukarelawan sehat. Semen diletakkan di bawah laptop Wi-Fi-enabled dan terhubung ke internet. Setelah empat jam, 25 persen sperma tak lagi berenang. Sembilan persen dari semen yang diuji bahkan mengalami kerusakan DNA. Sementara itu, sampel semen yang diletakkan di dekat laptop yang dihidupkan tapi tak terhubung dengan internet menunjukkan kerusakan minimal. Begitu pula dengan sampel yang disimpan secara terpisah.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa penggunaan komputer laptop terhubung ke Internet dan diposisikan dekat organ reproduksi laki-laki dapat menurunkan kualitas sperma," demikian ditulis oleh para peneliti dalam jurnal tersebut. Namun, mereka masih belum yakin apakah temuan ini berlaku pada semua perangkat nirkabel, atau ada faktor lain yang berpengaruh.
Temuan ini cukup mencemaskan jutaan pria yang biasa menggunakan laptop di pangkuan mereka, atau menyimpan smartphone di saku. Menurut American Urological Association, hampir satu dari enam pasangan Amerika mengalami kesulitan hamil. Setengah dari kesulitan kehamilan itu disebabkan karena masalah pada kesuburan pria.
Untuk kesuburan yang optimal, seorang pria harus memiliki 70 juta sperma per milimeter. Faktor lingkungan merupakan salah satu yang cukup berpengaruh dalam menurunkan jumlah sperma. Studi yang diterbitkan pada awal November menunjukkan bahwa panas yang dihasilkan karena memegang laptop selama 10-15 menit berbahaya untuk merusak sperma.
Beberapa ilmuwan mengatakan mereka tidak percaya menggunakan laptop akan membuat pria mandul. Tapi, dalam kasus ini mereka menyarankan agar menggunakan laptop di meja, tidak di pangkuan.
Source: http://id.she.yahoo.com/wi-fi-kurangi-kesuburan-pria-014539311.html
Dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Fertility and Sterility, peneliti mengambil sampel semen dari 29 sukarelawan sehat. Semen diletakkan di bawah laptop Wi-Fi-enabled dan terhubung ke internet. Setelah empat jam, 25 persen sperma tak lagi berenang. Sembilan persen dari semen yang diuji bahkan mengalami kerusakan DNA. Sementara itu, sampel semen yang diletakkan di dekat laptop yang dihidupkan tapi tak terhubung dengan internet menunjukkan kerusakan minimal. Begitu pula dengan sampel yang disimpan secara terpisah.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa penggunaan komputer laptop terhubung ke Internet dan diposisikan dekat organ reproduksi laki-laki dapat menurunkan kualitas sperma," demikian ditulis oleh para peneliti dalam jurnal tersebut. Namun, mereka masih belum yakin apakah temuan ini berlaku pada semua perangkat nirkabel, atau ada faktor lain yang berpengaruh.
Temuan ini cukup mencemaskan jutaan pria yang biasa menggunakan laptop di pangkuan mereka, atau menyimpan smartphone di saku. Menurut American Urological Association, hampir satu dari enam pasangan Amerika mengalami kesulitan hamil. Setengah dari kesulitan kehamilan itu disebabkan karena masalah pada kesuburan pria.
Untuk kesuburan yang optimal, seorang pria harus memiliki 70 juta sperma per milimeter. Faktor lingkungan merupakan salah satu yang cukup berpengaruh dalam menurunkan jumlah sperma. Studi yang diterbitkan pada awal November menunjukkan bahwa panas yang dihasilkan karena memegang laptop selama 10-15 menit berbahaya untuk merusak sperma.
Beberapa ilmuwan mengatakan mereka tidak percaya menggunakan laptop akan membuat pria mandul. Tapi, dalam kasus ini mereka menyarankan agar menggunakan laptop di meja, tidak di pangkuan.
Source: http://id.she.yahoo.com/wi-fi-kurangi-kesuburan-pria-014539311.html
24.11.11
14.11.11
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas mengeluhkan sikap para politisi dan kalangan birokrat negara yang tidak peka terhadap proses penyelenggaraan negara.
Ia mencontohkan bagaimana para politisi dan pejabat negara menyampaikan masalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tetapi tidak mempunyai pengetahuan yang memadai. Kesannya, mereka hendak memunculkan rasa nasionalisme terhadap masalah bangsa.
"Banyak pejabat dari presiden, MPR, DPR, para politisi yang ngomong masalah NKRI, tapi tidak punya pengetahuan yang memadai. Padahal keutuhan NKRI pada dasarnya adalah pemerataan pembangunan ekonomi," ujar Busyro dalam sambutan penandatanganan kerjasama KPK dengan BP Migas, Senin (14/11/2011).
Saat berkunjung ke Jawa Timur belum lama ini, Busyro mengaku mendapatkan keluhan masyarakat, dari petani garam, petani tebu, hingga keluhan dunia perguruan tinggi soal mahalnya manajemen transparansi.
"Masalah kemanusiaan dari hari ke hari semakin menyentuh hati nurani kita. Petani garam mengeluh karena pemerintah mengimport garam sehingga harga garam dalam negeri anjlok dan merugikan petani. Petani gula juga karena pemerintah mengimpor gula," katanya.
Mahalnya manajemen transparansi, lanjut Busyro, selama ini masih tertutupi oleh moralitas para politikus dan elit bangsa, rakyat dipaksa miskin dan dimiskinkan. Hal ini yang akan memunculkan anarkisme sosial.
"Rakyat dipaksa miskin. Ini ada korelasinya antara anarkisme sosial dengan kebijakan politik dan kebijakan negara yang tidak transparan. Rakyat dipaksa miskin," katanya.
Source: http://id.berita.yahoo.com/busyro-rakyat-dipaksa-miskin-043200679.html;_ylt=ArH_QxkuT3EaZGKTwFGXgvt9V8d_;_ylu=X3oDMTFyMjc3MXUyBG1pdANJbmZpbml0ZSBCcm93c2UgU3BsaXQEcG9zAzcEc2VjA01lZGlhSW5maW5pdGVCcm93c2VMaXN0;_ylg=X3oDMTJyNXRpa2dyBGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDNjNhNjQ4NGYtZmYxNy0zMzFlLWE5NTItNWQyZjEwOGIzZjdmBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=3
"Banyak pejabat dari presiden, MPR, DPR, para politisi yang ngomong masalah NKRI, tapi tidak punya pengetahuan yang memadai. Padahal keutuhan NKRI pada dasarnya adalah pemerataan pembangunan ekonomi," ujar Busyro dalam sambutan penandatanganan kerjasama KPK dengan BP Migas, Senin (14/11/2011).
Saat berkunjung ke Jawa Timur belum lama ini, Busyro mengaku mendapatkan keluhan masyarakat, dari petani garam, petani tebu, hingga keluhan dunia perguruan tinggi soal mahalnya manajemen transparansi.
"Masalah kemanusiaan dari hari ke hari semakin menyentuh hati nurani kita. Petani garam mengeluh karena pemerintah mengimport garam sehingga harga garam dalam negeri anjlok dan merugikan petani. Petani gula juga karena pemerintah mengimpor gula," katanya.
Mahalnya manajemen transparansi, lanjut Busyro, selama ini masih tertutupi oleh moralitas para politikus dan elit bangsa, rakyat dipaksa miskin dan dimiskinkan. Hal ini yang akan memunculkan anarkisme sosial.
"Rakyat dipaksa miskin. Ini ada korelasinya antara anarkisme sosial dengan kebijakan politik dan kebijakan negara yang tidak transparan. Rakyat dipaksa miskin," katanya.
Source: http://id.berita.yahoo.com/busyro-rakyat-dipaksa-miskin-043200679.html;_ylt=ArH_QxkuT3EaZGKTwFGXgvt9V8d_;_ylu=X3oDMTFyMjc3MXUyBG1pdANJbmZpbml0ZSBCcm93c2UgU3BsaXQEcG9zAzcEc2VjA01lZGlhSW5maW5pdGVCcm93c2VMaXN0;_ylg=X3oDMTJyNXRpa2dyBGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDNjNhNjQ4NGYtZmYxNy0zMzFlLWE5NTItNWQyZjEwOGIzZjdmBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=3
9.11.11
Revealing YHWH with wikipedia
1. Book of Joshua
http://en.wikipedia.org/wiki/The_book_of_joshua
2. Herem
http://en.wikipedia.org/wiki/Herem
3. Tetragrammaton
http://en.wikipedia.org/wiki/YHWH
4. Ugarit
http://en.wikipedia.org/wiki/Ugarit
5. Dagon & Ba'al
http://en.wikipedia.org/wiki/Dagon & http://en.wikipedia.org/wiki/Baal
6. Grimoire
http://en.wikipedia.org/wiki/Grimoire
7. Hebrew Language
http://en.wikipedia.org/wiki/Hebrew_language
8. Hebrew Bible
http://en.wikipedia.org/wiki/Hebrew_Bible
9. Eli
http://en.wikipedia.org/wiki/Eli_%28Bible%29
http://en.wikipedia.org/wiki/The_book_of_joshua
2. Herem
http://en.wikipedia.org/wiki/Herem
3. Tetragrammaton
http://en.wikipedia.org/wiki/YHWH
4. Ugarit
http://en.wikipedia.org/wiki/Ugarit
5. Dagon & Ba'al
http://en.wikipedia.org/wiki/Dagon & http://en.wikipedia.org/wiki/Baal
6. Grimoire
http://en.wikipedia.org/wiki/Grimoire
7. Hebrew Language
http://en.wikipedia.org/wiki/Hebrew_language
8. Hebrew Bible
http://en.wikipedia.org/wiki/Hebrew_Bible
9. Eli
http://en.wikipedia.org/wiki/Eli_%28Bible%29
Bisa Facebook-an Lebih Penting dari Besaran Gaji
TEMPO Interaktif, Jakarta - Berjejaring sosial kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Terutama bagi anak muda yang melek teknologi dan gemar berjejaring sosial, menggunakan Facebook dan Twitter misalnya, tentu menjadi santapan wajib setiap saat.
Nah, aktivitas di ranah media sosial ini juga menjadi salah satu pertimbangan para profesional muda dan mahasiswa dalam bekerja dan mencari atau membuka lapangan pekerjaan.
Mengutip survei Cisco Connceted World Technology Report tahun 2011 menunjukkan minat para profesional muda dan mahasiswa terhadap penggunaan social media, perangkat mobile dan Internet yang lebih bebas di tempat kerja dapat mempengaruhi pilihan pekerjaan, bahkan lebih penting ketimbang besaran gaji yang diterima.
"Ini membuktikan bahwa angkatan kerja generasi berikutnya dan tuntutannya terhadap teknologi akan mempengaruhi pemilihan kerja, perekrutan dan keseimbangan kehidupan kerja dan personal," kata Sujai Hajela, Vice President and general manager wireless networking business unit Cisco dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 8 November 2011.
Menurut dia, pilihan angkatan kerja terhadap keleluasaan mengakses Internet bukan lagi menjadi tren teknologi, melainkan sudah menjadi tren bisnis.
"Tinggal bagaimana perusahaan menjawab tuntutan ini guna meningkatkan daya saing dan strategi sumber daya manusia," ujarnya.
Dalam penelitian tersebut, Cisco mensurvei lebih dari 2.800 mahasiswa dan profesional muda di 14 negara.
Berikut beberapa temuan yang dihasilkan studi Cisco Connected World Technology Report:
- Satu dari tiga mahasiswa dan profesional muda berusia di bawah 30 tahun (33 persen) memprioritaskan kebebasan menggunakan social media, fleksibilitas pemakaiain perangkat dan dapat bekerja secara mobile, di atas gaji yang diterima. Temuan ini memperlihatkan ekspektasi dan prioritas dari angkatan kerja generasi berikutnya tidak hanya mengenai uang saja.
- Sebanyak 40 persen mahasiswa dan 45 persen profesional muda mengatakan mereka bersedia menerima pekerjaan dengan gaji lebih rendah tapi mendapatkan fleksibilitas sehubungan dengan penggunaan perangkat dalam bekerja, akses ke social media dan dapat bekerja secara mobile, dibandingkan dengan pekerjaan yang menawarkan gaji lebih tinggi tetapi memberikan lebih sedikit fleksibilitas.
- Lebih dari setengah mahasiswa yang disurvei mengatakan jika mereka bertemu dengan perusahaan yang melarang penggunaan social media, mereka tidak akan megambil pekerjaan terebut.
- Dua dari tiga mahasiswa mengatakan mereka berencana untuk menanyakan kebijakan perusahaan mengenai penggunaan social media saat mereka diwawancara.
- Tiga dari empat karyawan memiliki lebih dari satu perangkat, seperti laptop dan smartphone atau beberapa telepon dan komputer.
- Sekarang ini sebesar 57 persen karyawan dapat terkoneksi ke jaringan perusahaan dari luar kantor.
- Lebih dari setengah mahasiswa dan karyawan ingin mengakses informasi perusahaan melalui jaringan perusahaan menggunakan komputer di rumah dan perangkat mobile.
Source: http://id.berita.yahoo.com/bisa-fecebook-lebih-penting-dari-besaran-gaji-035538267.html
Subscribe to:
Posts (Atom)